petalitkumham
Judul : Penanaman Budaya Anti Kekerasan Sejak Dini Melalui Kearifan Lokal Permainan Tradisional Pada Pendidikan Anak File Pendukung

Harus Login
Peneliti : Sujatmiko Oksimana Dharmawan Donny Mich
Metode Penelitian : kualitatif
Tahun Penelitian : 2015
Penerbit/Institusi/Afiliasi : Balitbangkumham
Stakeholder : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Bangka Belitung dan Satuan Pendidikan Anak Usia Dini dan Satuan Pendidikan Sekolah Dasar
Subjek Penelitian : Budayawan, Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota di Pemda Sulawesi Tenggara, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bangka Belitung dan Kalimantan Selatan, Akademisi bidang peendidikan dan Pengajar di satuan Pendidikan Anak Usia Dini dan Sekolah Dasar
Kategori Penelitian : Hak Asasi Manusia'
E-Book : -
1. Bagaimana perspektif serta pengalaman akademisi, budayawan dan tenaga pendidik menyangkut potensi kearifan lokal dan dampak permainan tradisional anti kekerasan terhadap pembentukan karakter anak sejka dini? 2. Bagaimana potensi kearifan lokal permainan tradisional dapat dimanfaatkan disatuan pendidikan anak usia dini dan pendidikan dasar untuk menanamkan budaya anti kekerasan 3. Bagaimana upaya yang telah dilakukan oleh pendidik anak usia dini dan pendidik pendidikan dasar dalam menanamkan budaya anti kekerasan melalui permainan tradisional
-
1. Pemerintah Daerah a. Pembentukan regulasi di tingkat daerah untuk memasukkan muatan lokal permainan tradisional disamping bahasa daerah dan bahasa Ingris sebagai acuan pendidikan anak usia dini dan satuan pendidikan dasar untuk mengajarkan permainan tradisional dalam rangka pembentukakn karakter positif anak b. Untuk pendidkan anak usia dini mengimplementasikan proses pembelajaran melalui kurikulum 2013 dengan memasukan permainan tradisional c. Sekolah dasar memasukan permainan tradisional ke dalam kurikulum muatan lokal disatuan pendidikan dasar dan satuan pendidikan anak usia dini secara khusus untuk satuan pendidikan dasar permainan tradisional dapat diintegrasikan ke dalam mata pelajaran pendidikan jasmani dan olahraga dan seni budaya dan keterampilan. secara umum, nilai dan norma permainan tradisional juga bisa diintegrasikan ke dalam mata pelajaran sekolah antara lain seperti bahasa Indonesia, matematika dan PPKN. d. melakukan administrasi dan pendataan mengenai permainan tradisional secara terperinci kemudian disosialisasikan kepada anak-anak diseluruh pelosok kabupaten. 2. Pemerintah Pusat
Lokus Provinsi Lokus Kabupaten/Kota Temuan Penelitian/Data Lapangan Keterangan (Saran & Kebijakan)
DI Yogyakarta KOTA YOGYAKARTA 1. Menurut perspektif atau pengalaman informan dari akademisi, budayawan dan tenaga pendidik menyangkut potensi earifan lokal permadi anti kekerasan terhadap anak sejak dini mereka menyatakan secara garis beasra antara lain. Pertama, permainan tradisional sangat dibutuhkan bagi anak usia dini untuk meningkatkan kecerdasan ganda, kedua, walaupun ada sekolah dasar yang berbasis agama tetapi permainan tradisional memberikan nilai-nilai edukatif yang mendorong siswa bersikap kerjasama, jujur dan to 1. Pemerintah Daerah a. Pembentukan regulasi di tingkat daerah untuk memasukkan muatan lokal permainan tradisional disamping bahasa daerah dan bahasa Ingris sebagai acuan pendidikan anak usia dini dan satuan pendidikan dasar untuk mengajarkan permainan tradisional dalam rangka pembentukakn karakter positif anak b. Untuk pendidkan anak usia dini mengimplementasikan proses pembelajaran melalui kurikulu
Lokus Provinsi Lokus Kabupaten/Kota Temuan Penelitian/Data Lapangan Keterangan (Saran & Kebijakan)