petalitkumham
Judul : Studi Meta Analisis Upaya Negara Terhadap Perlindungan Anak dalam Perspektif Hak Asasi Manusia File Pendukung

Harus Login
Peneliti : Yayah Mariani, S.H., M.H. Petrus Uje Palue, S.H., M.Si Rahjanto, S.I.P., M.Si. Oki Wahju Budijanto, S.E., M.M. Josefhin Mareta, S.H., M.Si. Oktaviana, S.H., M.H. Junaidi Abdillah, S.Sos.
Metode Penelitian : kuantitatif dan kualitatif
Tahun Penelitian : 2016
Penerbit/Institusi/Afiliasi : Balitbangkumham
Stakeholder : 1. Direktorat Jenderal HAM 2. Sekretariat Jenderal 3. Kementrian Hukum dan HAM 4. Kementrian ESDM
Subjek Penelitian : Anak
Kategori Penelitian : Meta Analisis Hukum dan HAM
E-Book : http://ebook.balitbangham.go.id/detail/studi-meta-analisis-upaya-negara-terhadap-perlindungan-anak-dalam-perspektif-hak-asasi-manusia
Bagaimana sintesis hasil ketiga penelitian sebelumnya terkait upaya negara terhadap perlindungan anak dalam perspektif hak asasi manusia?
Untuk memperoleh sintesis dari hasil ketiga penelitian di atas dalam rangka merumuskan rekomendasi kebijakan terkait perlindungan anak dalam perspektif hak asasi manusia.
Berdasarkan hasil meta sinstesis dan FGD setelah telah dilakukan interprestasi menghasilkan beberapa rekomendasi kebijakan bagi para pemangku kepentingan sebagai berikut: a. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Agar mengembangkan mekanisme pengawasan dan deteksi dini dengan cara: - Menyiapkan dan memobilisasi informasi lagu anti tindak kekerasan terhadap anak serta bersinergi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dijadikan laguwajib di jenjang pendidikan formal sejak Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah Atas. Sasaran yang ingin diwujudkan adalah membangun kesadaran (awareness) masif setiap orang di masyarakat untuk tidak melakukan tindak kekerasan terhadap anak, melainkan memberikan perlindungan terhadap anak. - Membentuk gugus tugas pengawasan dan deteksi dini di tingkat akar rumput (grassroot) yaitu RT untuk pencegahan tindak kekerasan terhadap anak. b. Kepolisian Republik Indonesia; Agar mengembangkan mekanisme pengawasan dan atau deteksi dini sebagai bagian di area pencegahan tindak kekerasan terhadapanak dengan cara: - Menempatkan Satu Polisi Satu Desa di setiap desa yang ada di tanah air. Perkiraan jumlah personil yang dibutuhkan adalah 76.000 polisi sesuai dengan jumlah desa di seluruh Indonesia. - Mengembangkan dan menambah fungsi dari unit-unit Polisi Cilik di setiap kepolisian daerah untuk diaktifkan dalam upaya-upaya diseminasi informasi anti tindak kekerasan terhadap anak maupun sebagai mentor sebaya di lingkungan sekolah maupun lingkungan sosial, terutama terhadap alumnus dari program Polisi Cilik dari angkatan sebelumya.
Lokus Provinsi Lokus Kabupaten/Kota Temuan Penelitian/Data Lapangan Keterangan (Saran & Kebijakan)
Lokus Provinsi Lokus Kabupaten/Kota Temuan Penelitian/Data Lapangan Keterangan (Saran & Kebijakan)